Nisean World Tales

Dunia Nisean Episode 1

Dunia Nisean Episode 1 | Into the Wood.

*trab trab trab hos hos hos,.. Terdengar suara kaki yang sedang berlari,..
“Ibu memang ada apa kita harus berlari bersembunyi?” tanya seorang anak berumur 3 tahun yang sedang di gendong ibunya.
“Tak ada apa – apan nak, kita hanya perlu pergi dari sana.”
“Tapi Ayah bu ??!!”
“Tak perlu khawatikan ayahmu”

Sambil berlari wanita ini pun sering kali menoleh ke belakang seperti mengkhawatirkan sesuatu. Benar setelah masuk ke dalam hutan tersebut terdengar suara peperangan yang menandakan ada prajurit yang sedang berperang tak jauh dari sana. Tak jarang juga beberapa petir disertai nyala api terlihat.

Sesampainya di hutan mereka melihat ada suatu goa yang dapat menjadi tempat berteduh. Mengingat pada saat itu langitpun sudah menghitam, mereka tak ada pilihan lain selain menggunakan goa tersebut untuk berteduh.

“Sepertinya kita sudah aman di sini nak” kata wanita tersebut.
“Tapi, Ayah bagaimana, bu?”
sambil memeluk anaknya, wanita tersebut berkata.
“Ayah sedang menjalankan tugasnya, Nahm dan jika Ia tak kembali masih ada ibu di sini”
Tampak matanya terlihat berair.
“Ibu akan cari ranting kering dulu ya nak, pakailah pedang kecil ini untuk berjaga – jaga”
Setelah mengatakan demikian ia pergi untuk mencari ranting – ranting yang masih bisa digunakan untuk membuat api unggun. Sedangkan anaknya menunggu pada goa tempat merka berteduh.

Setelah kembali dari mencari kayu, wanita ini langsung meletakan ranting dan kayu kering pada goa tersebut. Ia tak hanya kayu, namun juga beberapa tanaman dan hewan buruan. Hal ini tentunya pada saat ia pergi mencari kayu ia juga sempat menangkap 1 ekor kelinci dan memetik beberapa tumbuhan yang bisa dikonsumsi. 

Mereka lalu membuat api unggun dengan kayu dan rerantingan kering yang wanita tersebut kumpulkan. Ia menyusin ranting tersebut dengan rapi agar bisa menghangatkan mereka. Selagi ia menyusun anaknya mulai memotoh – motong daging hewan buruan yang ibunya bawa tersebut.

Setelah mereka anggap persiapan sudah cukup, mereka harus menyalakan api untuk membakar ranting – ranting tersebut. Beruntung si anak kecil ini telah mempelajari ilmu sihir api yang bisa ia gunakan untuk membuat api yang dapat membakar kayu dan ranting yang wanita ini kumpulkan.

Suara Misterius

Haripun berlalu dan tak lama turunlah hujan yang membasahi tempat tersebut dan dari dalam goa kecil tersebut terdengar seperti suara misterius semacam lolongan hewan, mendengar suara tersebut lantas membuat mereka berdua terkejut.

“Suara apa itu, bu” tanya anak tersebut ketakutan.
“Ibu juga tidak tau, sebaiknya kita selidiki sebelum kita tertidur di goa ini, Nahm”

Wanita ini mengambil kayu  yang sudah terbakar dan menjadikan kayu itu seperti obor sebagai sumber cahaya mereka. 

Perlahan namun pasti mereka masuk lebih dalam goa kecil tersebut dan betapa terkejutnya mereka saat mengetahui apa yang mereka temukan.

Bersambung…