Nisean World Tales

Dunia Nisean Episode 2

Nisean World Episode 2 | Goa Misterius dan Pedang yang Tersegel

Setelah menelusuri goa misterius tersebut mereka menemukan pedang yang tersegel di dalamnya. Kondisi di dalam goa tersebut dipenuhi dengan bebatuan yang terlihat seperti reruntuhan kuno. Beberapa batu yang mereka temui sudah hancur. Dinding tempat tersebut memiliki sebuah pahatan seperti menunjukan sebuah lukisan. Namun Lukisan yang ada sudah tidak utuh.

Nahm dan Ibunya yang rasa penasarannya tinggi pun melihat ke sekeliling tempat pedang yang tersegel itu. Mereka ada rasa takut serta penasaran, kedua rasa tersebut campur aduk jadi satu.

Setelah beberapa melihat sekitar dan mengamati,akhirnya mereka memberanikan diri untuk mendekati pedang yang tersegel itu. Pedang tersebut tersegel oleh sebuah rantai yang yang penuhi aura mystic kuat. 

Tempat pedang itu tersegel juga terdapat keterangan yang ditulis dengan tulisan kuno. Beberapa tulisan tersebut sudah tidak berbentuk karena tertulis dengan pahatan di batu tempat pedang itu tersegel.

Nahm yang makin penasaran mencoba untuk melepaskan segel yang ada pada pedang tersebut. Sedangkan ibunya mencoba untuk membaca tulisan yang yang terpahat tersebut.

“Xa ihlabathi ligutyungelwe bubumnyama, ndoba lukhanyiso kuni” Terucap pada mulut sang ibu.

Tak lama pedang tersebut dan rantai yang melilitnya bergetar, dan memancarkan cahaya terang rantai yang menyegelnya pun tertarik ke sudut – sudur tempat tersebut. Selain itu terjadi juga gempa kecil pada tempat tersebut.

Nahm yang tadinya yang berjarak dekat dengan pedang tersebut langsung lari ke dekat sang ibu.

“Apa yang terjadi, bu?” Tanya anak itu

“Ibu tak tau nak, ibu hanya mencoba membaca tulisan kuno yang ada pada batu tersebut”

Monster Kabut Hitam “Chimera”

Kabut hitam pun muncul dari bawah pedang tersebut dan membentuk bayangan seperti monster.

Melihat hal tersebut nahm dan ibunya langsung waspada dan bersiap untuk resiko terburuk. Benar.. Kabut hitam itu semakin lama semakin memadat dan membentuk rupa seperti Chimera. Dengan sigap Nahm dan ibunya menggunakan kemampuan yang mereka punya untuk menghambat bayangan tersebut menjadi chimera utuh.

“Geniera” ucap nahm, dengan mengucap mantra tersebut secara langsung keluarlah api dari tangannya. Walaupun terlihat panas, namun api itu seolah tidak memberikan efek apapun terhadap kabut hitam tersebut. Sampai akhirnya kabut tersebut berubah seutuhnya menjadi chimera.

Chimera yang baru terbentuk itu lalu mencoba untuk menyerang Nahm dengan kedua cakarnya. Namun Nahm dengan sigap menghindar dari serangan tersebut, Nahm lalu membalas dengan sihir yang ia miliki.

“Gledeara” 

Dengan menyebut kata tersebut keluarlah listrik dari tangannya dan mengarah ke chimera tersebut. Namun usaha nam tidak membuahkan apapun. Lalu dari kejauhan ibu Nahm mencoba menggunakan batu yang ada di sekitar untuk menyerang chimera tersebut.

Chimera yang terkena batu lemparan sang ibu lalu menoleh ke arahnya dan berusaha menyerang sang ibu. Sang ibu menahan serangan tersebut dengan menggunakan pedang yang ia miliki, Nahm yang melihat hal tersebut lalu menggunakan pisau kecil yang ia punya untuk menyerang chimera itu dari belkang dan membuat ekor yang berbentuk kepala ular dari chimera tersebut patah dan berubah menjadi asap hitam.

Monster chimera tersebut juga merasa kesakitan. Hal ini menandakan jika monster ini tidak mempan dengan sihir, melainkan hanya bisa mereka kalahkan dengan serangan fisik. Chimera yang ekornya patah lalu memutarkan badan dan menyerang Nahm.

Seketika Nahm yang berada di belakang persis langsung terlempar dan membentur dinding tempat tersebut.

Monster chimera langsung melihat kembali ke arah ibu Nahm yang masih berada dalam posisi waspada. Lalu ia mencoba menyerang namun chimera menghindari serang tersebut dan menyerang balik.

Serangan kali ini membuat pedang yang ibu Nahm gunakan terlempar dan saat ini ia tidak memiliki benda apapun untuk bertahan. Ia lalu berlari ke arah pedang yang tersegel sebelumnya lalu ia mencoba untuk mengangkat pedang tersebut. Nahm yang masih kesakitan karena terhempas ke dinding berusaha bangun dan menolong ibunya.

Pada saat ibu Nahm mencoba mengambil pedang tersebut kedua tangannya muncul api namun ia tidak menghiraukan api tersebut lalu mencoba untuk menyerang chimera tersebut.

Nahm yang melihat hal tersebut lalu mencoba untuk membantu. Ia melemparkan pisaunya ke arah chimera tersebut sembari berlari ke arah pedang milik ibunya. Sementara ibunya yang ada di depan chimera tersebut dengan pedang yang membakar tangannya mencoba menusuk chimera tersebut.

Monster chimera tersebut tertusuk oleh ibu Nahm dan mengakibatkan chimera tersebut hilang dan ibu nahm lalu melepas pedang yang sudah membakar tangannya tersebut. Ibu Nahm lalu terpujur lemas dan tak sadarkan diri. Nahm langsung berlari ke arah sang ibu dan mencoba membangunkannya.

“Ibuuu, .. Apa yang terjadi”

Ibu Nahm tidak dapat menjawab apapun dan seketika pingsan. Nahm lalu melihat luka yang ada di tangan ibunya dan meliaht jika tangan ibunya sudah terbakar karena api biru yang pedang tersebut timbulkan.

Tak lama dari pedang tersebut muncul asap berwarna putih dan sama seperti asap berwarna hitam sebelumnya, asap ini lama – kelamaan memadat. Nahm yang melihat hal tersebut langsung waspada sambil merangkul ibunya tersebut.

Bersambung…